Semua Cinta
Tepatnya tanggal 13 januari 2009 kami berdua melaksanakan akad nikah di depan jenazah alm papa serta disaksikan oleh semua keluarga baik dari keluarga mempelai pria maupun keluarga mempelai wanita. Akad nikah kami berdua berlangsung di desa karang asem pandowoharjo Yogyakarta. Pada saat itu hati kami berdua bercampur aduk ada sedih ada juga bahagia sehingga untuk acara pernikahan kami temanya di balik sedih ada bahagia. Sejak kami berdua berkenalan dengan keluarga masing-masing kami langsung diterima dengan baik terlebih lagi.alm papa sangat menyayangi mantu-nya yang pertama yaitu mas aris.
Awalnya rencana pernikahan kami berdua di bulan April 2009, persiapan sudah ok semua. Hanya kami berdua berkeyakinan bahwa Allah mempunyai rencana yang lebih baik untuk kami berdua dan untuk keluarga besar kami bersama.
Sekarang dan selamanya kami akan selalu saling mencintai dan saling menjaga nama baik keluarga dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan waromah n cepat dapat momongan.
Pada tanggal 12 Januari 2009 mulai pkl. 22.40 wib saya mendapat telp dari no hp yang saya belum daftarkan ke contac hp saya dan saya hubungi yayang tercinta kemudian yayang menyampaikan bahwa saya segera ketemu dengan yayang tercinta ternyata yayang sudah ada di depan rumah kost saya. Telp dengan no yang tidak dikenal tersebut akhirnya saya angkat yang ternyata om agus triatmojo dari jogja mengabarkan papa telah tiada tepatnya pkl. 24.30 WIT di rumah sakit TNI AD Aryoko Jayapura, jenazah papa akan dibawa dari Jayapura pada waktu setempat ( Jayapura ) dan dimakamkan di Jogja serta saya harus segera ke Jogja. Dengan hati yang gak karuan mulai dari terpukul dan merasa kehilangan banget saya menangis sekuat-kuatnya sambil ketemu yayang kemudian saya dipeluk yayang dengan erat. Setelah itu saya di bawa ke rumah yayang untuk segera menuju ke bandara udara Soekarno Hatta Jakarta menuju bandara udara Adi Sudjipto Jogjakarta. Sepanjang perjalanan saya menangis terus seperti tidak percaya klo papa telah tiada karena hari-hari terakhir papa hampir tiap hari telp-telpnan ama saya menanyakan persiapan pernikahan kami berdua ( saya & yayang ), saya teringat terus kenangan saya bersama papa selama 30 tahun yang setia mendampingi saya setiap waktu.
: :
: :
: