Untuk Zulkarnaen dan Belinda, Selamat menempuh hidup baru sahabat

Alhamdulillah Hirabbil Alamin, salah satu sahabat baik saya akhirnya telah menunaikan Sunnah Rasulullah SAW yaitu Menikah. Berteman sejak masa kelas 1 SMA, sampai sekarang kira-kira sudah sekitar 15 tahun kami berteman. Sebelum saya menikah tahun 2009 lalu, intensitas bertemu kami cukup tinggi, bisa dikatakan hampir setiap hari ada saja kegiatan yang kami lakukan bersama teman-teman yang lain. Mulai dari yang bermanfaat atau cuma sekedar membuang waktu menghabiskan malam. Setelah saya menikah intensitas bertemu kami memang berkurang, dikarenakan kesibukan masing-masing. Pada waktu itu kalau saya tidak salah ingat Izoel, panggilan akrabnya, masih menjabat predikat sebagai jomblo.

Sebelumnya saya mohon maaf karena saya tidak bisa hadir dihari pernikahan kalian, karena hari ini saya masih ada di Yogyakarta dan tidak memungkinkan ke Jakarta menghadiri acara resepsi kalian. Salam hangat dari saya sekeluarga untuk seluruh keluarga besar Izoel dan terutama untuk sang “mantan pacar” yang sekarang sudah meningkat statusnya menjadi istri.


Saya pribadi sampai saat ini belum pernah bertemu langsung dengan mempelai wanita pilihan sahabat saya, hanya sebatas melihat lewat jejaring sosial, tapi saya yakin keduanya merupakan pasangan yang serasi dan insyaallah akan terus bertahan sampai akhir khayat. Setelah melihat foto ijab qabul yang ada di sosial media, saya makin yakin karena difoto itu saya melihat niat yang kuat dan kemantapan hati sobat saya untuk menikahi wanita pilihannya.

Allah SWT telah berfirman dalam ayatnya:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum [30] : 21).

Sakinah
Asal kata litaskunu => sakana => Sakinah => Tenang =>> Isteri menjadi tempat berteduh. Jadi, seorang isteri harus selalu menjaga penampilannya di hadapan suami, baik fisik maupun ruhaninya.

Makna Litaskunu menurut Ibnu kastir :

a. Lita’ Tafu : Saling mengikat hati (QS. Al-Anfal : 63). => Faktor ikatan hati adalah iman, bukan harta, kedudukan, apalagi tampang.

b. Tamilu ‘Ilaiha : Kamu condong kepadanya. => Condong pikiran, perasaan, tangggung jawab. Di sini akan diketahui bahwa kewajiban seorang isteri adalah taat kepada suami. Jadi, masak, mencuci, dan lain sebagainya itu bukanlah sebuah kewajiban, melainkan perbuatan dalam rangka ketaatan pada suami.

c. Tadma’inubiha : Kamu merasa tenang dengannya.

Mawaddah
Mawaddah dalam rumah tangga diartikan dengan cinta. Menurut Hasan Al-Basri, mawaddah adalah metamorfosa dari hubungan suami istri. Jika rumah tangga adalah mesin, maka mawaddah adalah dinamonya.

Di antara ciri Mawaddah adalah :
a. Sering saling memberi hadiah.
b. Kasratu Dzikrihi : Selalu mengingat kebaikannya.
c. Kasratu Ittishali Ma’ahu : Selalu berkomunikasi dan saling terbuka.

Rohmah
Rohmah => Yarhamu => Kasih sayang. Ini adalah hasil akhir dari sakinah dan mawaddah

Selamat menempuh hidup baru Sobat, semoga kalian menjadi pasangan yang sakinah mawaddah warohmah dunia akhirat. Amin Ya Robbal Alamin..

Aris dan keluarga